Menyiapkan Tuntutan
Penggugat belajar menyusun kronologi, bukti, dasar hukum, kerugian, dan petitum agar tuntutan tidak hanya berupa klaim umum.
Masuk sebagai Penggugat atau Tergugat, pilih jalur penyelesaian, hadapi mediasi, ikuti sidang, dan baca putusan dari perkara yang Anda jalankan.
Masuk ke sengketa perdata seperti perikatan, tanah, waris, wakaf, perkawinan, tanggung jawab, atau perseroan.
Tentukan posisi sebagai Penggugat atau Tergugat, lalu susun langkah sesuai kepentingan hukum pihak yang Anda wakili.
Ikuti negosiasi, mediasi, agenda sidang, pemeriksaan majelis, pembuktian, kesimpulan, dan putusan.
Mulai perkara baru, lanjutkan berkas yang sudah tersimpan, atau baca ulang putusan untuk melihat bagaimana posisi hukum Anda berkembang.
Setiap keputusan membawa perkara ke jalur berbeda: damai, gugatan, pembuktian, putusan, atau upaya hukum.
Penggugat atau Tergugat
Negosiasi, mediasi, atau gugatan
Gugatan, jawaban, bukti, kesimpulan, putusan
Mulai perkara baru, pilih jenis sengketa, lalu tentukan posisi Anda dalam perkara.
Uji peluang damai sebelum perkara bergerak lebih jauh ke ruang sidang.
Masuki agenda sidang formal, jawab pertanyaan majelis, dan ikuti pemeriksaan perkara.
Buka berkas, pembuktian, kesimpulan, dan putusan dari perkara yang sudah dijalankan.
Tentukan perkara yang akan dibuka di ruang sidang.
Kasus-kasus terkait perjanjian, kontrak, dan kewajiban hukum antara pihak-pihak.
Sengketa terkait kepemilikan, penguasaan, dan peralihan hak atas benda.
Pembagian harta peninggalan, hak ahli waris, dan sengketa pewarisan.
Sengketa ikrar wakaf, kedudukan nazhir, tanah wakaf, dan peruntukan aset sosial.
Kasus pertanggungjawaban atas kerugian, perbuatan melawan hukum, dan ganti rugi.
Sengketa perkawinan, perceraian, harta bersama, dan hak anak.
Sengketa perusahaan, PT, CV, dan tanggung jawab korporasi.
Pengenalan kewenangan peradilan militer dan batasnya dengan perkara perdata umum.
Pilih level kuis untuk menguji pemahaman pasal, prosedur persidangan, dan strategi penyelesaian kasus perdata.
Pasal dasar, istilah penting, dan perkara singkat.
Tahap sidang, pemeriksaan perkara, dan pilihan jawaban berbasis fakta.
Kasus menyerupai perkara nyata yang menuntut strategi jawaban, analisis fakta, bukti, dan dasar pasal.
1 / 5
Pilih satu berkas perkara untuk masuk ke sidang.
Tentukan tingkat tantangan sebelum memasuki perkara.
Perkara ringan dengan alur yang mudah diikuti.
Perkara dengan bantahan dan bukti yang lebih tajam.
Perkara kompleks dengan risiko dan strategi lebih berat.
Pilih posisi Anda sebelum sidang dimulai.
Tentukan strategi awal terhadap kasus yang dipilih.
User akan menjalankan seluruh proses sebagai salah satu pihak, sejak pemanggilan sampai mediasi dan pemeriksaan perkara.
Pemanggilan para pihak, penetapan hari sidang, dan pemeriksaan kelengkapan sebelum pokok perkara.
“Sesuai hukum acara, sebelum pemeriksaan pokok perkara para pihak wajib lebih dahulu menempuh mediasi melalui mediator pengadilan atau mediator nonhakim yang disepakati.”
Tahap pencatatan berkas untuk memetakan identitas perkara, posisi para pihak, tuntutan atau keberatan, serta bukti pendukung.
-
Susun posita, dasar hukum/pasal yang relevan, dan petitum.
Pihak yang dipilih dicatat sebagai posisi awal perkara.
Hubungan perikatan, kewajiban, dan dugaan pelanggaran dipetakan.
Kontrak, komunikasi, pembayaran, atau bukti kerugian menjadi rujukan.
Permintaan, keberatan, memori, atau alasan hukum disusun sesuai tingkat perkara.
Setelah berkas dicatat, perkara masuk ke tahap yang sesuai dengan tingkat pengadilan yang dipilih.
Ruang perundingan awal sebelum perkara bergerak lebih jauh.
Memetakan kronologi, hubungan para pihak, bukti awal, dan peristiwa yang menimbulkan sengketa.
Menentukan masalah utama, seperti wanprestasi, kerugian, kewajiban pembayaran, atau hak yang dilanggar.
Mengaitkan fakta dengan norma hukum perdata, perjanjian, pembuktian, dan tanggung jawab para pihak.
Menerapkan norma hukum pada fakta dan bukti untuk menilai kekuatan posisi, risiko, dan akibat hukum.
Menarik kesimpulan hukum, menentukan tuntutan atau pembelaan, dan memproyeksikan kemungkinan putusan.
Anda bertindak sebagai Penggugat. Pihak lawan akan menanggapi posisi yang Anda sampaikan.
Anda mengikuti seluruh proses dengan peran yang telah dipilih pada awal perkara.
Mediator menguji pokok gugatan, jawaban para pihak, dasar hukum, bukti, dan kemungkinan perdamaian.
1 / 5
Resume mediator setelah lima pertanyaan kepada para pihak.
Tahapan persidangan setelah mediasi tidak mencapai kesepakatan.
Agenda dicatat oleh panitera sebagai urutan pemeriksaan perkara pada sidang ini.
Hakim memeriksa alat bukti yang diajukan Penggugat dan Tergugat sesuai beban pembuktian.
1 / 5
Majelis membacakan putusan setelah menilai gugatan, jawaban, pembuktian, dan kesimpulan para pihak.
Apabila keberatan terhadap putusan tingkat pertama, para pihak dapat mengajukan banding dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan dibacakan bagi pihak yang hadir atau setelah putusan diberitahukan bagi pihak yang tidak hadir.
Pemeriksaan Perkara Perdata
1 / 10
Silakan jawab pertanyaan persidangan.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Arsip berkas, alur sidang, pembuktian, kesimpulan, dan putusan dari perkara yang sudah dijalankan.
Civil Verse in Game membantu mahasiswa hukum dan masyarakat umum memahami pilihan penyelesaian sengketa, peran para pihak, serta langkah dasar yang biasa ditemui sebelum dan selama proses perkara.
Setiap perkara mengajak pemain memilih posisi, membaca bukti, mencoba damai, menjawab di persidangan, lalu melihat putusan. Fokusnya adalah memahami langkah perkara perdata dari sudut Penggugat atau Tergugat.
Penggugat belajar menyusun kronologi, bukti, dasar hukum, kerugian, dan petitum agar tuntutan tidak hanya berupa klaim umum.
Tergugat belajar membaca gugatan, menilai bukti lawan, menyusun bantahan, dan menawarkan penyelesaian yang realistis.
Calon advokat belajar memilih jalur penyelesaian, memetakan risiko, menjaga etika, dan menjelaskan opsi hukum kepada klien.
Non-litigasi adalah penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang mengedepankan musyawarah, mufakat, dan itikad baik. Alurnya fleksibel, biasanya dimulai dari tahap paling lunak hingga tahap yang lebih formal namun tetap tertutup.
Pihak yang bersengketa meminta pendapat ahli atau konsultan hukum independen tentang pokok masalah dan opsi penyelesaian.
Para pihak berunding langsung tanpa pihak ketiga untuk mencari titik temu atau kompromi damai.
Mediator netral membantu komunikasi. Mediator tidak memutus perkara, tetapi memfasilitasi kesepakatan damai.
Konsiliator membantu secara lebih aktif dengan memberi usulan solusi atau tawaran jalan keluar.
Sengketa diserahkan kepada arbiter. Putusan arbitrase bersifat final dan mengikat bagi para pihak.
Litigasi adalah penyelesaian sengketa melalui pengadilan. Alurnya lebih formal, berbasis dokumen, bukti, jawaban para pihak, pemeriksaan hakim, dan putusan.
Identifikasi hubungan hukum, kewenangan pengadilan, posisi Penggugat/Tergugat, bukti, risiko, dan tujuan penyelesaian.
Penggugat menyusun posita, petitum, daftar bukti, lalu mendaftarkan perkara ke pengadilan yang berwenang.
Para pihak lebih dahulu diarahkan mencari perdamaian sebelum pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan.
Tergugat memberi jawaban, lalu dapat berlanjut ke replik, duplik, atau bantahan lain sesuai kebutuhan perkara.
Para pihak mengajukan bukti, menyampaikan kesimpulan, lalu hakim menjatuhkan putusan yang dapat ditindaklanjuti.
Catatan singkat tentang berkas, kuasa, saksi, dan tata ruang sidang.
Surat kuasa khusus dipakai ketika Penggugat atau Tergugat diwakili oleh kuasa hukum. Isinya memuat identitas pemberi dan penerima kuasa, perkara yang dikuasakan, kewenangan bertindak, tanggal, dan tanda tangan.
Pada awal sidang, majelis memeriksa kehadiran para pihak, identitas, surat kuasa, kartu advokat, dan berita acara sumpah advokat bila pihak diwakili kuasa hukum.
Saksi menerangkan fakta yang ia lihat, dengar, atau alami sendiri. Ahli memberi pendapat berdasarkan keahliannya. Keduanya membantu majelis menilai apakah dalil para pihak terbukti.
Putusan sela dapat muncul sebelum putusan akhir, misalnya ketika majelis harus menilai eksepsi kewenangan, permohonan provisionil, atau persoalan prosedural tertentu.
Dokumen utama dalam perkara gugatan meliputi surat gugatan, jawaban atau eksepsi, replik, duplik, daftar bukti, kesimpulan tertulis, dan putusan.
Sidang fisik biasanya melibatkan panitera, majelis hakim, para pihak, kuasa hukum, dan pengunjung sidang. Hakim membuka sidang, memeriksa kehadiran, lalu mengarahkan tahapan pemeriksaan perkara.
Gunakan bagian ini sebagai peta belajar saat menjalankan perkara. Setiap aspek membantu pemain memahami apa yang perlu dinegosiasikan, bukti apa yang disiapkan, dan bagaimana advokat membaca posisi Penggugat maupun Tergugat.
Fokus damai: pemenuhan prestasi, pembayaran bertahap, penggantian kerugian, atau perubahan jadwal pelaksanaan.
Fokus damai: pengakuan batas, pembagian penggunaan, pengosongan bertahap, kompensasi, atau pembaruan administrasi.
Fokus damai: inventarisasi harta, penetapan bagian, pembagian sukarela, penjualan bersama, atau pengelolaan aset keluarga.
Fokus damai: pengakuan status wakaf, penertiban dokumen, penguatan peran nazhir, atau kesepakatan pemanfaatan aset.
Fokus damai: kompensasi proporsional, perbaikan keadaan, permintaan maaf tertulis, atau langkah pencegahan kerugian ulang.
Fokus damai: pembagian harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, jadwal kunjungan, atau kesepakatan biaya pendidikan.
Fokus damai: audit sederhana, pembayaran bagian keuntungan, perubahan perjanjian, buy out, atau pembagian tanggung jawab.
Fokus damai: klarifikasi status subjek, pemisahan urusan pribadi dan kedinasan, kompensasi perdata, atau rujukan forum berwenang.
Gunakan daftar ini sebagai pegangan awal saat bermain. Penggugat dapat memakainya untuk menyusun dalil, sedangkan Tergugat dan advokat dapat memakainya untuk menguji hubungan hukum, bukti, kerugian, dan forum yang tepat.
Beban pembuktian. Penggugat membuktikan dalilnya; Tergugat dapat membantah jika bukti tidak cukup.
Jenis alat bukti: tulisan, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah.
Perjanjian sah mengikat para pihak dan harus dilaksanakan dengan itikad baik.
Dasar umum perbuatan melawan hukum jika ada perbuatan, kesalahan, kerugian, dan hubungan sebab akibat.
Syarat sah perjanjian: sepakat, cakap, objek tertentu, dan sebab yang halal.
Prestasi dapat berupa memberi sesuatu, berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu.
Dasar keadaan lalai, sering dipakai untuk menjelaskan pentingnya somasi.
Ganti rugi karena tidak dipenuhinya perikatan setelah debitur lalai.
Pihak yang dirugikan dapat menuntut pemenuhan, pembatalan, dan/atau ganti rugi sesuai konteks.
Hak milik sebagai hak untuk menikmati dan menguasai benda sepanjang tidak bertentangan dengan hukum.
Cara memperoleh hak milik, seperti pengambilan, perlekatan, daluwarsa, pewarisan, atau penyerahan.
Penyerahan benda bergerak bertubuh dilakukan dengan penyerahan nyata.
Pengalihan piutang atau hak tidak bertubuh perlu dasar penyerahan yang tepat.
Dipakai untuk membuktikan alas hak, sertifikat, akta, saksi, dan riwayat penguasaan.
Pewarisan hanya terjadi karena kematian.
Menjelaskan pihak yang dapat menjadi ahli waris menurut undang-undang.
Ahli waris memperoleh hak atas harta peninggalan karena hukum.
Harta peninggalan dapat diatur melalui wasiat sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum.
Legitime portie dapat menjadi dasar bantahan jika bagian mutlak ahli waris dilanggar.
Dasar perbuatan melawan hukum dan tuntutan ganti rugi.
Tanggung jawab karena kelalaian atau kurang hati-hati.
Tanggung jawab atas orang atau barang yang berada dalam pengawasan tertentu.
Dapat dirujuk dalam perkara kerugian karena kematian atau luka, sesuai konteks pembuktian.
Kerugian, kesalahan, dan hubungan sebab akibat harus dibuktikan.
Harta yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.
Tindakan terhadap harta bersama pada prinsipnya memerlukan persetujuan kedua pihak.
Mengatur akibat perceraian, termasuk tanggung jawab terhadap anak.
Rujukan awal tentang pengertian wakaf, unsur wakaf, tugas nazhir, dan larangan pengalihan harta benda wakaf.
Tetap penting untuk membuktikan status pihak, objek, dan dokumen pendukung.
Dipakai untuk menilai sah dan mengikatnya perjanjian kerja sama.
Dasar tuntutan kerugian jika kewajiban bisnis tidak dipenuhi.
Rujukan awal tentang tanggung jawab pemegang saham, hak menggugat, kewenangan direksi, dan tanggung jawab direksi.
Digunakan untuk membuktikan modal, laporan keuangan, invoice, kontrak, dan keputusan perusahaan.
Rujukan umum kompetensi relatif gugatan perdata berdasarkan domisili Tergugat.
Dasar perdamaian di persidangan dan upaya damai sebelum pemeriksaan pokok perkara.
Rujukan awal untuk memeriksa apakah perkara terkait subjek dan kewenangan peradilan militer.
Jika sengketanya pribadi dan bersifat perdata, dasar gugatan tetap mengikuti hubungan hukum dan objek sengketanya.
Istilah dan pasal dasar yang sering muncul saat perkara berjalan.
Pihak yang mengajukan gugatan ke pengadilan karena merasa hak perdatanya dirugikan.
Pihak yang digugat dan diminta memberikan jawaban atas dalil atau tuntutan penggugat.
Uraian tuntutan yang memuat identitas pihak, posita, petitum, dan dasar peristiwa hukum.
Upaya penyelesaian sengketa secara damai sebelum pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan.
Replik adalah tanggapan penggugat atas jawaban tergugat, sedangkan duplik adalah tanggapan tergugat atas replik.
Banding memeriksa ulang putusan tingkat pertama, sedangkan kasasi menilai penerapan hukum di Mahkamah Agung.
Keadaan ketika pihak dalam perjanjian tidak memenuhi prestasi, terlambat memenuhi, atau memenuhi tidak sebagaimana mestinya.
Perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain dan dapat melahirkan kewajiban ganti rugi.
Syarat sah perjanjian: kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan sebab yang halal.
Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak dan harus dilaksanakan dengan itikad baik.
Mengatur keadaan lalai setelah debitur dinyatakan lalai melalui peringatan atau berdasarkan ketentuan perikatan.
Dasar tuntutan penggantian biaya, rugi, dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan.
Setiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan pihak yang bersalah mengganti kerugian.
Pihak yang mendalilkan suatu hak atau peristiwa harus membuktikan adanya hak atau peristiwa tersebut.
Peringkat ringkas dari menu Skenario dan Kuis. Detail berkas dan rekap perkara lengkap tersimpan di Riwayat Perkara.
Detail rekap dari satu baris peringkat.
Badge terbuka setelah tiga perkara berbeda diselesaikan pada jenis perkara yang sama.
Simpan identitas pemain untuk riwayat, peringkat, dan pencapaian.
Lengkapi biodata dan foto, lalu klik Simpan Profil.
Pertandingan Dimainkan
Tingkat Kemenangan
Skor Rata-rata
Skor Terbaik
Ikuti langkah singkat ini untuk masuk ke perkara, menjalankan sidang, dan membaca hasil akhir.
Masuk ke menu Profil, unggah foto, isi biodata, lalu klik Simpan Profil. Data ini akan dipakai pada rekap Peringkat dan Pencapaian.
Pilih jenis perkara seperti Perikatan, Harta Benda, Warisan, Wakaf, Tanggung Jawab, Perkawinan, Perseroan, atau Militer.
Gunakan Kasus Nyata untuk memainkan ulang adaptasi perkara dari Direktori Putusan Mahkamah Agung. Pada Simulasi Kasus, pilih tingkat pengadilan; tingkat pertama dimulai dari negosiasi, kemudian mediasi dan persidangan.
Hadapi mediasi, pemeriksaan majelis, sanggahan, kesimpulan, dan putusan.
Pilih level Dasar, Sedang, atau Sulit. Setelah selesai, baca skor dan catatan jawaban.
Riwayat Perkara menyimpan berkas, alur, pembuktian, kesimpulan, dan putusan. Peringkat hanya menampilkan skor ringkas.
Gunakan Kamus untuk memahami istilah, pasal, prosedur, dan etika persidangan sebelum mengulang perkara. Pencapaian baru terbuka setelah Anda menyelesaikan tantangan perkara beberapa kali, jadi gunakan setiap sesi sebagai latihan bertahap.